kekuasaan (power)

KEKUASAAN (POWER)

Kekuasaan (power ) merupakan suatu kapasitas yang dimiliki A untuk mempengaruhi B, sehingga si B malakukan apa yang diinginklan oleh si A. Dalam kekuasaan, terdapat unsure-unsur yang dapat mempengaruhi diantaranya ada hubungan, komunikasi dan ketergantungan antara si B dengan si A.

Ada 5 model kekuasaan menurut Frenche and Raven (1960). Diantaranya Coercive Power, Insentif Power, Legitimate Power, Expert Power dan Refferent Power.

Bentuk kekuasaan yang pertama adalah Coercive Power. Coercive Power merupakan suatu kekuasaan karena adanya rasa takut. Ini berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman (dipecat dan ditegur) akan diterima bila tidak melakukan perintahnya. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari yaitu seorang ibu yang memerintahkan kepada anaknya, kemudian anak tersebut langsung menjalankan perintah ibunya karena anak tersebut takut.

Kemudian bentuk kekuasaan yang kedua yaitu Insentif Power. Insentif Power merupakan suatu pematuhan yang dicapai berdasarkan kemampuan untuk membagikan imbalan, agar dipandang oleh orang lain sebagai sesuatu yang berharga.
Biasanya kekuasaan imbalan berlawanan dengan kekuasaan paksaan. Imbalan tidak selalu berupa uang melainkan bias juga kenaikan pangkat, penugasan kerja yang menarik, penilaian kerja juga bias disebut imbalan. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu ada seorang mahasiswa yang pada saat itu sedang menunggu bis di halte, kemudian dia melihat seorang ibu-ibu tua yang sedang kesusahan membawa barang-barangnya, lalu mahasisa tersebut membantunya membawa barang-barang ke hatle bis itu. Setelah membantunya mahasiswa tersebut mendapatkan imbalan berupa uang. Dari contoh diatas itu salah satu kekuasaan Insentif Power.

Bentuk kekuasaan yang ketiga yaitu Legitimate Power. Legitimate Power merupakan suatu kekuasaan sah/resmi yang diterima oleh seseorang. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu seorang majikan yang memiliki kekuasaan, dimana kalau pembantunya tidak benar dalam bekerja maka majikannya berhak untuk memecatnya.

Bentuk kekuasaan yang keempat yaitu Expert Power. Expert Power merupakan suatu kekuasaan berupa pengaruh yang didasarkan pada keahlian dan keterampilan lebih (khusus). Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, seorang psikolog dengan kliennya dimana kliennya tersebut ingin meyelesaikan masalahnya maka psikolog mempunyai kekuasaan berupa pengaruh kepada si klien dalam hal menyelasaikan masalannya karena ia lebih ahli dalam menyelesaikan masalah lalu si klien terpengaruhi oleh si psikolog itu. Hal tersebut menunjukan adanya Expert Power dari si A (psikolog) dan si B (klien).
Bentuk kekuasaan yang terakhir yaitu Refferent Power. Reffernt Power merupakan suatu pengaruh yang didasarkan pada kemilikan sumber daya atau cirri pribadi yang diinginkan seseorang. Berkembang dari kekaguman orang lain untuk menjadi seseorang yang dikaguminya. Sehingga kekuasaan ini mirip dengan karisma.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu seseorang yang mengkagumi dengan doraemon dimana tokoh kartu ini memiliki sifat penolong untuk temannya yang sedang kesusahan dengan mengeluarkan alat-alatnya dari kantong ajaibnya. Dengan begitu ia dapat membantunya. Hal tersebut menujukan adanya Refferent Power.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: