psikologi konsumen dalam produk yang inovatif

 

Produk Inovatif Bagi Konsumen

Perkembangan dalam dunia perdagangan untuk membuat produk sangatlah penting untuk mewujudkan kehidupan dan menciptakan kebutuhan para konsumen dalam memakai produk tersebut. Maka produsen haruslah pandai mengembangkan produk mereka agar konsumen tetap selalu menggunakan produk tersebut.

Disini saya akan menggunakan produsen dari Sugar Group Company yang selalu  menggeluarkan inovasi terbaru dan berkembang sehingga para konsumen tetap selalu menggunakan produk tersebut. Dalam tugas konsumen ini saya menggunakan produk dari Sugar Group Company yaitu Gulaku.

Serpihan-serpihan kristal putih yang dituangnya yang menjadikan pastry buatannya begitu luar biasa. Kemudian butiran-butiran kristal putih kecil berjatuhan dituang dari kemasannya yang mewah. Lamat-lamat terdengar backsound jingle dari penggalan lagu Group Band The Archies yang ngetop di penghujung tahun 60-an, Sugar-Sugar. Itulah ilustrasi iklan Gulaku Pouch yang diluncurkan Sugar Group Company, sebuah perusahan produsen dan pemurnian gula pasir yang cukup mempunyai nama di Indonesia.

Masuknya Gulaku sebagai pemain di pasar gula pasir dengan inovasinya telah mengangkat derajat komoditas sembako lebih tinggi dari tadinya hanya produk yang berkutat di pasar-pasar tradisional dan warung-warung kelontong, menjadi produk yang hadir di took-toko berpendingin ruangan, bersih dan mewah. Gula pasir ditangan Sugar Group Company naik kelas dan bukan hanya menjadi produk kebutuhan pokok semata, namun juga prestisius. Dengan tagkine yang kuat, didukung pencitraan dan hasil akhir produk yang baik, nama Gulaku telah menancap kuat dibenak para konsumennya.

Sebagai contoh konkrit ibu-ibu rumah tangga terutama pasangan muda lebih suka mengkonsumsi gula pasir mereka dengan Gulaku, karena “Gulanya lebih kering dan lebih bersih”. Soal harga memang agak lebih tinggi ketimbang gula pasir lainnya. Hal itu tidak menjadi masalah, karena selisihnya tidak sampai pada bilangan ribuan, tapi produk dan kemasan Gulaku lebih meyakinkan.

Belakangan memang didapati gula pasir yang dikemas ulang oleh para peritel besar seperti Alfamart, Indomart, Giant bahkan Carrefour. Namun, hal ini tidak secara signifikan mengurangi minat konsumen Gulaku untuk berpindah ke lain hati. Hal ini di samping karena sudah sangat kuatnya pencitraan Gulaku, faktor lainnya adalah para peritel itu tidak secara menyeluruh bermain di sektor tersebut, namun mereka hanya ingin mendapatkan nilai tambah dari apa yang dijual di toko-toko mereka. Bukan sekadar menjual gula pasir.

CONTOH IKLAN

Dengan mendompleng sukses Gulaku, saat ini Sugar Group Company mencoba mengangkat derajat komoditas jualannya setingkat lebih tinggi lagi dengan meluncurkan Gulaku Pouch. Gula pasir dengan kemasan super mewah dan saat ini sudah tersedia dihyper, super dan mini-market di kota-kota besar di Indonesia.
Boleh dibilang ini adalah gula pasir kelas teratas yang dijual di Tanah Air. Kemasannya di desain super mewah. Selain memang penuh warna, terdapat corong khusus untuk menuang jika ingin menggunakannya, sehingga tidak tumpah dan berantakan. Butiran gula pasirnya lebih halus dari Gulaku premium kemasan satu kilogram.
Pouch (kantong) itu sendiri bisa sekaligus digunakan sebagai wadah, sehingga konsumen yang biasanya kerepotan harus memindahkan gula pasir ke dalam tempat berupa toples, dengan kemasan ini hal itu tidak perlu lagi dilakukan. Sebagaimana termuat dalam infografis pada kemasannya.
Dengan selisih harga yang jauh lebih tinggi, produk tersebut boleh dibilang berani. Untuk satu kantongnya dengan berat 750 gram, di pasaran Gulaku Pouch dibandrol dengan harga Rp10.800. Bandingkan dengan Gulaku Premium yang satu kilogramnya dijual Rp9.800. Itu berarti jika menggunakan ukuran satu kilogram, maka ada selisih harga sekitar Rp2.150.
Kemasannya yang minimalis (ukuran lebih sedikit) dan selisih harga yang mencapai Rp2.150 konsumen terutama kelas menengah tentunya akan berpikir ulang untuk membeli produk ini. Pertanyaan yang sederhana adalah perlukah membeli kemasannya, karena yang dibutuhkan adalah isinya, bukan bungkusnya.

http://www.detiknews.com/read/2008/04/29/083944/931059/103/gulaku-manis-gulaku-getir-konsumen-nyengir

youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Iyjn-Csnlek

 

YUNITA PUSPANINGRUM

4PA05 (10507270)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: